“Di ranah industri hiburan, game sudah menjadi kebutuhan penting yang sejajar dengan musik dan film”

A. Permainan tradisional dan permainan digital beserta

perkembangannya Indonesia adalah negara agraris yang terkenal akan kekayaan alam dan keragaman budayanya. Tercatat sekitar 100 budaya yang ada di negara tercinta ini. Keragaman budaya (cultural diversity) Indonesia dapat dilihat dari rumah adat, pakaian adat, upacara adat, lagu dan musik, makanan, seni seperti gambar, patung, sastra, serta permainan tradisional. Seni permainan tradisional dimiliki oleh hampir setiap daerah di propinsi di Indonesia dan memiliki ciri khas masing-masing yang unik. Yang lebih membanggakan lagi adalah permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak segala usia bukan sekedar untuk hiburan semata, tetapi juga memiliki value lebih seperti filosofi yang mengajarkan gotong-royong, silaturahmi, dan solidaritas. Petak Umpet, balap karung, gobak sodor, bekel, lompat tali, egrang, benteng, ular naga, congklak, gasing, gatrik, kasti, dan layang-layang adalah contoh permainan tradisional asli Indonesia yang sangat populer dan mengasyikkan untuk dimainkan. Dari penjelasan tersebut ternyata banyak manfaat positif yang ditimbulkan ketika memainkan permainan tradisional, antara lain:

1) Menjadikan anak lebih kreatif dan inovatif, karena memanfaatkan benda disekitar untuk dibuat mainan, seperti membuat egrang dari bambu, mobil-mobilan dari kulit jeruk, pesawat dari kertas, dakon dan gateng yang menggunakan kerikil, hingga permainan pasar-pasaran yang menggunakan mie dari tumbuhan parasit kuning, bunga sepatu yang menghasilkan minyak-minyakan, daun pisang untuk membungkus, dan lain-lain sehingga akan mendekatkan anak dengan alam sekitar.

2) Anak dapat lebih bersosialisasi dengan teman-temannya, karena permainan tradisional dapat melatih simpati dan empati anak, hal ini didapat ketika memainkan permainan tradisional yang berkelompok, dan hampir semua permainan tradisional Indonesia dimainkan secara kelompok.

3) Anak dapat bertambah kecerdasan intelektual dan wawasannya, seperti memainkan gagarudaan, oray-orayan, dan Pa cici-cici Putri yang merupakan permainan tradisional berkonsep tebak-tebakan.

4) Anak dapat berkembang kecerdasan kinestetiknya, karena dituntut untuk aktif bergerak, permainan ini seperti olahraga yang dilakukan dengan senang hati sehingga lebih menyehatkan.

5) Anak dapat mengembangkan kecerdasan musikal, ketika memainkan permainan tradisional yang menggunakan media suara atau nyanyian, seperti jaranan, jamuran, dan cublak-cublak suweng.

6) Anak dapat lebih berkembang moral positifnya sekaligus bermental sportif, karena pada permainan tradisional juga dikenal konsep menang dan kalah, seperti halnya game elektronik yang menggunakan konsep reward and punishment (penghargaan dan hukuman).

Gambar 1. Berbagai macam permainan tradisional Sumber: Google.com

Semua permainan diatas dimainkan bersama teman sepermainan sehingga tercipta rasa gayub lan gayeng, agak berbeda dengan permainan modern atau digital yang konsep awalnya hanya dapat dimainkan oleh perseorangan atau individu. Permainan modern adalah permainan yang dalam proses pembuatan, memainkan, hingga packagingnya adalah hasil olahan pabrik dan biasanya menggunakan bantuan teknologi. Mobil-mobilan dari kulit jeruk, pesawat-pesawatan dari kertas, kuda dari pelepah pisang, dan mainan sejenis telah tergusur dengan mainan plastik yang juga menggunakan baterai atau remote control. Mainan modern tersebut dianggap lebih menarik, variatif, dan praktis kendati harga yang ditawarkan tidak terbeli oleh uang jajan anak-anak.

Mainan modern yang sedang gencar-gencarnya membombardir anak-anak, juga diikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat serta tidak dapat dihindari dalam kehidupan ini. Perkembangan teknologi informasi sangat dinantikan oleh semua umat manusia karena dapat menghadirkan kemudahan bagi para penggunanya (user). Perkembangan teknologi informasi ternyata berhasil merevolusi gaya hidup manusia, dan dapat kita lihat produk yang dihasilkan antara lain seperti komputer, game, dan internet. Permainan tradisional tiba-tiba terlihat kuno dan ketinggalan jaman, serta perlahan mulai ditinggalkan, ditambah lagi dengan ketidak pedulian kita untuk melestarikannya. Pada akhirnya terjadi pergeseran atau revolusi, dari permainan tradisional yang murni fisik, menjadi permainan digital yang berbasis perangkat.

Pada medio 1990-an hingga awal 2000-an, masyarakat di manjakan oleh permainan digital bernama video game atau lebih populer dengan nama sebutan game dengan perangkat konsol seperti Nintendo dan Sony playstation, dimana mereka memiliki bermacam-macam permainan yang menarik dan terkenal dari berbagai genre atau jenisnya. Game yang populer pada masa itu adalah Final Fantasy, Tomb Raider, Tekken, Gran Turismo, Winning Eleven, dan lain-lain. Selanjutnya muncullah perangkat komputer atau desktop yang sudah mengadopsi game walaupun kualitas grafiknya masih sederhana sehingga kurang diminati para pemain. Sejak komputer didukung oleh kemampuan merender kualitas gambar yang lebih bagus dan tajam, game komputer atau populer disebut game PC memiliki daya tarik tersendri. Grand Theft Auto V, Mortal Kombat X,PES 2015, The Witcher 3: Wild Hunt, Project CARS, Far Cry 4 adalah sedikit contoh dari game PC yang terbaik dan terpopuler.

Gambar 2. Game konsol Sumber: Google.com

Gambar 3. Game Sony Playstation Tekken 3 Sumber: Google.com

Belum habis masa kejayaan game PC, masyarakat dihadapkan dengan dunia yang serba cepat atau mobile. Perangkat komunikasi seperti telepon seluler menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan tiap tahun dan sudah merambah ke berbagai pelosok tanah air. Hal ini merupakan berita yang menggembirakan karena informasi akan cepat tersebar ke berbagai penjuru tanpa menunggu waktu yang lama. Telepon seluler yang memiliki banyak fitur lazim disebut sebagai telepon pintar (Smartphone), yaitu telepon genggam yang mempunyai kemampuan tinggi dengan fungsi yang menyerupai sebuah komputer. Pertumbuhan permintaan akan alat canggih yang mudah dibawa kemana-mana ini membuat kemajuan besar dalam prosesor, memori, layar, dan sistem operasi sejak beberapa tahun terakhir.

Gambar 4. Game dalam smartphone Sumber: Google.com

Mengunduh atau mendownload game dari smartphone sudah bukan hal asing bagi masyarakat, apalagi dengan harga yang murah meriah atau gratis. Pada awal kepopuleran smartphone muncul anggapan bahwa musik adalah fitur utama sementara game hanya sebagai pelengkap. Kini game pada smartphone semakin canggih dan variatif sehingga tidak kalah dengan perangkat konsol, maka bermain game pun semakin mudah dan praktis dimanapun berada. Kehadiran game smartphone di seluruh penjuru dunia telah merevolusi gaya baru bermain game. Meningkatnya minat game smartphone menghasilkan banyak manfaat bagi industri telepon seluler. Para operator memperoleh pendapatan yang cukup besar yang berasal dari penjualan berbagai game dan aplikasi. Bahkan pengembang software mendapatkan royalti cukup besar dari para produsen. Situs www.mobileisgood.com menyebutkan bahwa tahun 2009 silam terdapat sekitar 220 juta penggemar aplikasi dan game smartphone di seluruh dunia.

Data di awal tahun 2012 dalam Kompas, Selasa 9 Oktober 2012 menunjukkan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir game smartphone meningkat 243% dan bermetamorfosa dari sekedar menjadi pelengkap menjadi sebuah kebutuhan isi sebuah smartphone. Kita dapat melihatnya sendiri dari banyaknya jumlah aplikasi (Apps) yang terinstall di sebuah smartphone. Fenomena maraknya game smartphone bahkan pernah disurvei oleh BuzzCity, sebuah perusahaan media yang berkecimpung dalam jaringan iklan global melalui internet dan memiliki hak medianya sendiri. Survei tersebut mengungkapkan bahwa pecinta game smartphone adalah mereka yang masih bersemangat (20-25 tahun). Menurut survei BuzzCity dalam Cybertech.cbn.net.id tahun 2010 yang dilakukan di sepuluh negara dengan geografis berbeda-beda yaitu Amerika, Asia, Afrika, dan Timur Tengah, menunjukan bahwa game smartphone kini sangat berkembang dan sedang menuju ke arah aplikasi yang lebih kompleks. Survei serupa juga telah dilakukan oleh Media Indonesia.com, bagian dari surat kabar harian Indonesia yang diterbitkan di Jakarta. Hasil survei tersebut juga mengungkapkan bahwa pecinta game smartphone terbanyak adalah responden berusia 20-25 tahun.

Gambar 5. Visualisasi Media Indonesia.com Olah grafis: godham eko saputro

Perkembangan game di Indonesia sekarang mendapat sambutan yang positif dengan dibuktikannya cukup banyak developer game lokal yang menjamur di kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Perkembangan game yang sangat cepat selalu mengundang masyarakat mencobanya ke dalam berbagai perangkat gadget mereka. Mulai dari komputer kemudian berkembang ke yang lebih kecil menjadi komputer jinjing (laptop), dilanjutkan dengan dirilisnya netbook dan sekarang dibuat yang lebih tipis lagi yaitu ultrabook. Dan yang paling populer sekarang adalah tablet PC.

Tablet PC adalah komputer berbentuk buku yang memiliki layar 7 – 10 inchi yang memungkinkan penggunanya mempergunakan tangan, pulpen, atau stylus untuk mengoperasikannya. Tablet PC memiliki keunggulan dari bentuk jenis komputer lainnya karena memiliki bentuk yang kecil, tipis, dan berat ringan sehingga sangat mudah dibawa kemana-mana. Fitur multimedia tablet PC tergolong maksimal sehingga para pengguna akan merasakan sensasi simulasi, layar sentuh, dan jaringan akses internet yang bagus. Saat ini persaingan tablet PC semakin ketat, di pasaran terdapat beberapa merk yang terkenal seperti Apple iPad, Blackberry Playbook, Samsung Galaxy Tab, maupun vendor lokal. Medio april 2010, Apple pertama kali membuka dunia tablet PC dengan meluncurkan iPad dan meraih keuntungan besar dengan tablet pertamanya. Sejak saat itu banyak vendor yang berlomba-lomba mengikuti kesuksesan Apple dengan turut memproduksi tablet PC. Research In Motion (RIM), perusahaan pembuat BlackBerry merilis BlackBerry PlayBook, tetapi tidak berkembang dan tidak mampu bersaing dengan sistem operasi (Os) iOS dan Android karena sedikitnya aplikasi dan game yang ditawarkan. Sedangkan tablet Android seperti Samsung Galaxy Tab berhasil menguasai pangsa pasar di Indonesia sebesar 60 % (Ridha dalam Reyog computer, 2011). Keunggulan Galaxy Tab lainnya adalah terintegrasi dengan semua layanan Google, banyak pilihan baik dari segi ukuran, display, maupun harga. Vendor lokal pun bermunculan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ingin menggunakan tablet tapi memiliki dana yang minim. Contohnya adalah IMO, Axioo, ZTE, dan Huawei.

Gambar 6. Berbagai produk komputer tablet kelas premium Sumber: google.com

Harga tablet PC yang semakin terjangkau mulai 1 jutaan untuk tablet PC kelas bawah, sampai harga 5 jutaan untuk tablet PC kelas premium menjadi salah satu penyebab digemarinya perangkat ini karena secara umum tablet PC kelas bawah sudah mengakomodir kebutuhan untuk menikmati fitur-fitur tablet PC. Tablet dari vendor lokal bermerk IMO X3 dengan sistem operasi Android bahkan dibanderol 800 ribuan. Dengan harga yang terjangkau performa tablet PC buatan lokal memang tidak dapat menyaingi iPad milik Apple atau Galaxy Tab milik Samsung, tetapi minimal sudah dapat memenuhi kebutuhan multimedia sehari-hari konsumen.

Gambar 7. Berbagai produk komputer tablet kelas bawah Sumber: Google.com

Perkembangan tablet PC yang menjadi teman setia bagi para pengguna ternyata mempengaruhi produksi game di seluruh dunia. Game populer yang dapat dinikmati pengguna tablet PC salah satunya adalah Angry bird, permainan buatan Rovio mobile ini berkisah tentang sekawanan burung warna-warni yang berusaha untuk mengambil telur yang dicuri oleh sekelompok babi hijau jahat. Dengan tampilan desain grafis yang menarik, warna-warna terang, serta karakter yang unik, menjadikan game tersebut sangat fenomenal.

Gambar 8. Game Angry Bird Sumber: Google.com

Sedangkan plants vs zombies, aplikasi yang lucu, seru, dan konyol ini telah banyak menarik perhatian banyak pecinta permainan. Aplikasi buatan PopCap yang mengisahkan pertempuran antara tentara tanaman melawan zombie ini Grafis 2D dan tata cara permainannya sederhana, cerah, tetapi membuat kecanduan.

Gambar 9. Game Plants vs Zombies Sumber: Google.com

Selain dua game tersebut masih banyak game yang bisa dinikmati oleh pengguna, diantaranya Star Legends, Robotek, Muffin Knight, Cut The Rope, Temple Run, dan lain-lain. Semua game tersebut dapat diunduh gratis dengan cara mengunjungi market android yaitu Google Play, dan beredarnya game tersebut juga banyak menginspirasi developer game lokal dalam memproduksi game-game berkualitas. Infinite Sky dan Train legend adalah salah satu contoh game buatan anak bangsa yang masuk 10 besar game android terlaris dunia, hal ini membuktikan bahwa anak muda Indonesia tidak hanya bisa memainkan game luar, tetapi juga dapat memproduksi game yang berkualitas.

Gambar 10. Game buatan anak bangsa Sumber: Google.com

Berdasarkan pemaparan diatas, Kita belum tahu untuk beberapa tahun kedepan tren menggunakan perangkat apa lagi untuk memainkan sebuah game? Apakah augmented reality atau media elektronik seperti Smart TV yang juga diketahui dapat memainkan game secara langsung. Pada ahirnya kita harus bijak dalam menyikapi sesuatu, sudah menjadi hukum alam ketika sebuah permainan pada akhirnya mengikuti kemajuan teknologi. Seharusnya dengan hadirnya permainan modern seperti game tidak akan menghilangkan game tradisional, tetapi saling memperkaya dan mengisi satu sama lain.

Bersambung………

Godham Eko Saputro, S.Sn, M.Ds,

Penulis adalah lulusan S2 Game Technology Institut Teknologi Bandung, CEO CalSolusindo, serta mengajar di kampus Udinus jurusan DKV, dapat dihubungi di godham.eko@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *